Rabu, 23 September 2009

Teroris Mumbai Mengaku Bersalah


21/07/2009
Satu-satunya yang selamat dari anggota kelompok teroris yang melancarkan teror maut di Mumbai, India, Mohammed Ajmal Kasab hari Senin mengaku bersalah dalam sidang peradilan. Pengakuan dramatis ini membatalkan keterangannya terdahulu.

Kasab yang berumur 21 tahun dan warganegara Pakistan adalah seorang dari 10 anggota kelompok itu. Mereka menteror banyak sasaran selama tiga hari termasuk hotel mewah, stasiun kereta-api dan sebuah balai sosial Yahudi dan menewaskan 166 orang.

Jaksa penuntut, Ujjwal Nikam mengatakan terkejut dengan pengakuan Kasab sebab pada awal sidang bulan Mei lalu Kasab tidak mengaku bersalah. Ia dikenakan 86 tuduhan termasuk melancarkan perang terhadap India, pembunuhan dan memiliki alat peledak.

Dalam pengakuannya Kasab mengatakan ia tiba di India dari Pakistan dengan perahu-motor. Jaksa penuntut mengatakan terserah pada pengadilan untuk menerima pengakuannya tersebut.


Salam...
By. KOKODA
Selengkapnya - Teroris Mumbai Mengaku Bersalah

Profil Jekjen PBB



Ban Ki-moon (반기문 Hanja 潘基文; Ban Gimun pelafalan IPA: [pan.gi.mun) (lahir 13 Juni 1944 di Eumseong, Chungcheong Utara, Korea) adalah seorang diplomat Korea Selatan dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa saat ini. Ia menggantikan Kofi Annan yang telah menyelesaikan masa jabatannya pada 1 Januari 2007.
Ban pernah menjabat menteri urusan luar negeri Republik Korea pada periode Januari 2004-1 November 2006. Pada 13 Oktober 2006, ia terpilih menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa yang kedelapan pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa dan dilantik pada 14 Desember 2006.

Pendidikan :
Ban memperoleh gelar sarjananya dalam Hubungan Internasional dari Universitas Nasional Seoul pada tahun 1970 dan memperoleh gelar Master of Public Administration dari John F. Kennedy School of Government di Universitas Harvard pada 1985.

Pribadi :
Ban Ki-moon menikah dan mempunyai seorang anak lelaki dan dua anak perempuan. Selain berbahasa Korea sebagai bahasa asalnya, ia juga mampu berbahasa Inggris, Perancis, Jepang, dan Jerman. Akan tetapi, kemampuannya berbahasa Perancis, bahasa yang disyaratkan oleh Perancis sebagai bahasa yang wajib dikuasai oleh Sekretaris Jendral PBB. Ketika masih bersekolah lanjutan atas di awal tahun 1960-an, Ban bertemu dengan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy di Washington D.C. setelah memenangkan kompetisi bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Palang Merah Amerika Serikat. Menurutnya, peristiwa itulah yang mengilhaminya untuk menjadi seorang diplomat.

Karier :
Ban mulai bergabung dengan Kementrian Luar Negeri Korea Selatan pada Mei 1970 dan meniti kariernya ke atas selama masa Konstitusi Yusin. Penempatannya yang pertama di luar negeri adalah di New Delhi, India, kemudian menempati pos di Divisi Perserikatan Bangsa-bangsa di markas besar Kementrian Luar Negeri. Pada masa pembunuhan Park Chung Hee, ia diangkat sebagai Sekretaris Pertama pada Misi Pengamat Tetap Republik Korea di PBB di New York (Korea Selatan baru menjadi anggota tetap PBB pada 17 September 1991)). Kemudian ia menduduki pos Direktur Divisi PBB. Ia pernah ditempatkan dua kali di Kedutaan Besar Korea di Washington D.C.. Di antara kedua penempatannya ini, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal untuk Urusan Amerika pada 1990-1992. Ia kemudian dipromosikan menjadi Wakil Menteri untuk Perencanaan Kebijakan dan Organisasi Internasional pada 1995. Kemudian ia diangkat menjadi Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden pada 1996, dan menjabat sebagai Wakil Menteri pada 2000. Penempatannya yang paling terakhir adalah sebagai Penasihat Kebijakan Luar Negeri untuk Presiden Roh Moo-hyun.

Ketika menjadi Duta Besar untuk Austria, ia terpilih sebagai Ketua Komisi Persiapan bagi Organisasi Perjanjian Pelarangan Uji-coba Nuklir yang Menyeluruh (CTBTO PrepCom) pada 1999. Ketika tiba giliran Korea menjabat sebagai ketua Sesi ke-56 dari Sidang Umum PBB pada 2001, ia bertugas sebagai Chef de Cabinet dari Ketua Sidang Umum. Ban aktif terlibat dalam soal-soal yang terkait dengan hubungan dengan Korea Utara. Pada 1992, ia bertugas sebagai Wakil Ketua Komisi Pengendali Nuklir Gabungan Selatan-Utara, setelah diterimanya oleh Korea Selatan dan Korea Utara Pernyataan Bersama untuk de-Nuklirisasi Semenanjung Korea. Pada September 2005, sebagai Menteri Luar Negeri, ia memainkan peranan penting dalam usaha-usaha diplomatik untuk mengadopsi Pernyataan Bersama dalm memecahkan masalah nuklir Korea Utara pada Putaran Keempat dari Perundingan Enam Pihak yang diselenggarakan di Beijing, Tiongkok.


Pencalonan sebagai Sekjen PBB :
Pada Februari 2006, Ban menyatakan pencalonannya untuk menggantikan Kofi Annan sebagai Sekretaris Jenderal PBB pada akhir 2006. Ini adalah kali pertama seorang Korea Selatan mencalonkan diri dalam pemilihan jabatan tersebut.
Ban menduduki tempat teratas pada setiap kali pengumpulan pendapat yang dilakukan oleh Dewan Keamanan PBB pada 24 Juli, 14 September, dan 28 September. Dalam pengumpulan pendapat kedua, ia memperoleh 14 suara "yang menggembirakan" dan 1 suara "yang mengecewakan". The Australian melaporkan bahwa satu suara yang mengecewakan itu berasal dari Qatar, yang menyiratkan bahwa Ban mendapatkan dukungan dari kelima anggota tetap Dewan Keamanan yang mempunyai hak untuk memveto kandidat. Pada pengumpulan pendapat ketiga, Ban memperoleh 13 suara yang menggembirakan, satu suara yeng mengecewakan, dan satu suara “tidak ada pendapat”. Tidak jelas apakah ke-13 pendukungnya kali ini mencakup kelima anggota tetap Dewan Keamanan.

Pengumpulan pendapat keempat dilangsungkan pada 2 Oktober. Pengumpulan suara kali ini diberi kode warna untuk membedakan antara suara anggota tetap dan yang tidak tetap. Pada 9 Oktober, Dewan Keamanan PBB resmi mencalonkan Ban sebagai Sekretaris Jenderal PBB yang baru. Keputusan ini masih harus dikukuhkan oleh Sidang Umum PBB yang akan bertemu pada akhir tahun 2006.


Penghargaan :
Ban dua kali memperoleh penghargaan Bintang Jasa pada tahun 1975 dan 1986 dari Pemerintah Republik Korea. Atas keberhasilannya sebagai duta besar, ia memperoleh Bintang Kehormatan Besar dari Republik Austria pada 2001. Setahun kemudian, pemerintah Brasil menganugerahi Salib Agung Rio Branco kepadanya. Pada September 2005, Masyarakat Korea di New York menganugerahkan kepadanya Penghargaaan Van Fleet atas sumbangannya untuk persahabatan AS-Republik Korea.

Salam...
By. KOKODA
Selengkapnya - Profil Jekjen PBB

Profil Barack Obama



44th President of the United States

Born : August 4, 1961 (age 48) Honolulu, Hawaii

Birth name : Barack Hussein Obama

Nationality : American

Political party : Democratic

Spouse(s) : Michelle Obama (m. 1992)

Children : Malia Ann (b.1998) Natasha (Sasha) (b.2001)

Residence : The White House

Alma mater : Occidental College, Columbia University (B.A.), Harvard Law School (J.D.)

Occupation : Community organizer, Lawyer, Constitutional law professor, Author

Religion : Christian


Proses pemilihan presiden di Amerika adalah sebuah drama politik yang melelahkan, lahir dari sejarah 200-an tahun, dan menjadi “buku panduan” bagi pemilihan presiden negara-negara lainnya. Dan hasilnya, mau tak mau diakui, akan berpengaruh bagi hidup banyak warga bangsa lainnya (antara lain: perang, terorisme, krisis finansial & teknologi yang berasal dari AS ). Namun ada yang membedakan proses tahun ini dibandingkan periode-periode sebelumnya. Tahun ini, pemilihan presiden Amerika Serikat menjadi semakin populer dan ikut diperhatikan oleh banyak orang dari berbagai golongan dan kelas: dari warga anak kecil di Kenya sampai tante-tante di Tegal, dari Hawai sampai Munich . Pemicunya adalah kandidat bernama Barack Obama. Obama bagi banyak golongan adalah simbol sekaligus cermin dan juga fenomena.

Obama adalah manusia abu-abu, lahir dan besar dalam persimpangan budaya yang membuatnya kesulitan mencari jatidiri di awal masa hidupnya. Anak dari seorang Kenya berkulit hitam legam dan ibu Amerika berkulit seputih susu, dibesarkan secara sederhana dalam budaya kulit putih namun memilih untuk mengidentifikasi dirinya sebagai seorang laki-laki kulit hitam. Sejak kecil hanya bermimpi menjadi pemain basket profesional di NBA, dan berlabuh menjadi politisi papan atas. Sebuah biografi yang tak lazim bagi seorang kandidat presiden Amerika (dimana kecurigaan dan luka akibat politik diskriminasi warna kulit dimasa lalu belum hilang sama sekali), sekaligus biografi yang menginspirasi banyak orang.

Keabu-abuan ini sempat menjadikan Obama sebagai sasaran tembak lawan politiknya, dari tuduhan Obama adalah muslim, Obama tidak lahir di tanah Amerika sampai Obama adalah sosialis. Namun kejelian Obama dalam memanfaatkan biografi dirinya sebagai bukti kehebatan demokrasi di AS (Obama sering mengungkapkan: “apa yang bisa saya capai hanya bisa terjadi di negara ini, tidak di manapun”), kemampuannya memahami keinginan publik serta memformulasikan mantra perubahan dalam cara berpolitik membuatnya bisa mengarungi kerasnya jagat politik di AS. Muncul sebagai kandidat terpilih dari Partai Demokrat dengan terlebih dahulu merontokkan mesin politik kelas kakap milik dinasti Clinton, setelah pertarungan panjang dan melelahkan selama 8 bulan.

Kampanye melawan kandidat Partai Republik, John McCain, jelas bukan hal yang mudah baginya. McCain adalah figur pahlawan AS, seorang veteran perang dari keturunan pembesar Angkatan laut AS (ayah dan kakek McCain adalah admiral), pernah mendekam dipenjara Vietkong dan menerima siksaan komunis Vietnam selama lima tahun. Obama yang relatif jauh lebih muda (47 tahun, Mc Cain 72 tahun) dan minim pengalaman politik (McCain telah menjadi anggota konggres AS sejak 26 tahun lalu). Namun sekali lagi Barack Obama berhasil melalui tantangan didepannya.





Strategi kampanye Obama sejak awal telah mengubah peta dan strategi politik di AS. Kemampuannya mengeksploitasi teknologi dengan memaksimalkan potensi internet dan telepon selular sebagai basis jaringan kampanyenya menjadikannya sebagai kandidat dengan total sumbangan kampanye terbesar sepanjang masa ( 600-an Juta Dolar). Organisasi lapangan yang rapih, efisien dan tanpa lelah menjadikan Obama sebagai kandidat dengan perolehan suara terbesar sepanjang masa. Ia mampu mengubah daerah yang secara tradisional selalu berpihak pada partai musuhnya mengubah haluan. Kemampuannya menampilkan citra pembaharu menginspirasi kaum muda serta menjadikan McCain layaknya tokoh tua yang mulai pikun. Kelihaiannya mengeksploitasi krisis finansial dan kemerosotan ekonomi AS di dunia menjadi senjata yang mematikan yang melumpuhkan John McCain. Pembawaan yang kalem dan matang juga membuat pengalaman dan status pahlawan yang disandang McCain seolah lenyap begitu saja.

Rakyat Amerika telah memilih dan mempercayai seorang presiden kulit hitam pertama dalam sejarah mereka. Barack Obama menjadi presiden ke-44 Amerika Serikat, menjadi pemimpin negara adidaya tunggal yang sedang dirongrong krisis ekonomi dan perang yang tak berkesudahan. Obama mengakhiri kampanye panjangnya selama 22 bulan sebagai pemenang. Seorang tokoh yang lahir dalam persimpangan budaya dunia telah muncul, dan dunia akan menantikan sejauh apa pencapaiannya.

Salam...
By. KOKODA
Selengkapnya - Profil Barack Obama

Obama, Raja Kuwait Bicarakan Konflik Israel-Palestina



04/08/2009
Presiden Barack Obama hari Senin menerima Raja Kuwait di Gedung Putih membicarakan soal menggerakkan proses perdamaian Israel-Palestina.

Obama mengatakan topik pembicaraannya dengan Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah juga mencakup Afghanistan, upaya bersama dalam kontra terorisme dan bahwa Iran harus memenuhi kewajiban internasionalnya sekaitan dengan program nuklirnya. Obama mengemukakan keterangan ini sebelum makan siang bersama tamunya di Gedung Putih.

Obama menggambarkan Kuwait sebagai tuan rumah luar biasa bagi militer Amerika dalam operasi di Irak. Ia mengatakan sementara operasi Amerika di Irak mulai berkurang Amerika perlu menegaskan rasa terima kasih pada Kuwait dan komitmen pada keamanan Kuwait.

Raja Kuwait al-Sabah mengukuhkan lagi minatnya menciptakan perdamaian di Timur Tengah dan mengatakan prakarsa perdamaian dari pihak Arab belum lama ini akan dilaksanakan apabila Israel memenuhi kewajibannya.


Salam...
By. KOKODA
Selengkapnya - Obama, Raja Kuwait Bicarakan Konflik Israel-Palestina

Kamis, 20 Agustus 2009

Polri Buru 4 Buronan Teroris





Foto-foto dan identitas 4 buronan tersangka terorisme itu dirilis Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2009).
Selengkapnya - Polri Buru 4 Buronan Teroris

Data Hari ini

Sim Data

free counters
 

Template by KOKODA